Friday, April 5, 2019

Gorengan Kenyal-Lembut



Melewatkan jam makan siang sudah menjadi kebisasanku. Istilah istirahat makan siang orang Solo dan sekitarnya adalah Rolasan (pukul 12.00 siang/jam istirahat). Setelah ibadah sholat Dzuhur orang-orang akan beristirahat, mampir ke warung-warung makan. Mengapa melewatkan jam tersebut menjadi pilihannya karena pada saat itu warung makan akan ramai dan antre. Lebih baik aku menahan lapar sedikit lebih lama agar bisa lenggang dan tidak perlu mengantre panjang-panjang.

Setelah lewat pukul 12.00 siang, seperti dugaanku warung langgananku agak lenggang dan aku bisa dilayani dengan segera tanpa perlu mengantre lagi. Ada salah satu jajanan yang menjadi favorit sebelum makan atau sebagai hindangan pembuka. Dan itu satu-satunya kotak jajan yang sampai pukul berapapun masih tetap terisi atau jarang habis. Kotak tersebut menghidangkan gorengan tapi bukan gorengan seperti biasanya. Gorengan ini memadukan dua bahan menjadi satu-kesatuan yang utuh sehingga menjadi menu baru yang diambil dari bahan asli itu sendiri. Berbentuk prisma segitiga berukuran sedang kira-kira seukuran jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf “C” dan menggelembung di bagian tengah. Warna coklat kekuningan seperti telur dadar yang digoreng hampir gosong. Bertekstur kasar efek dari campuran telur pada adonan penggorengan. Walaupun kasar ketika ditekan rasanya seperti mencubit lengan sendiri karena ada campuran dagingnya. Selama aku makan di warung tersebut jajanan itu datang dengan kondisi sudah dingin tapi pernah suatu waktu aku makan dalam kondisi hangat. Pada saat kondisi sedang hangat ketika digigit akan ada suara “krrrreeesss” dari garingnya tepung tapi kalau kondisi dingin yang muncul malah “nyet-nyet, klethuk” kenyal-kenyal gitu, jadinya lucu, mendesit-desit seperti orang menguyah tapi tidak menutup mulut menghasilkan suara aneh. Gorengan ini dominan aroma daging sapi dan tepung kanji. Bau tahunya menghilang karena hasil digoreng dengan telur. Gigitan pertama akan terasa sedikit alot karena campuran bahan daging. Gigitan kedua ada rasa gurih seperti kita tidak sengaja menjilat jari kita sendiri dan selanjutnya kenyal-kenyal permen karet.

Jajan ini sangat menjadi idamanku karena ada dua bentuk dasar yang dijadikan. Pertama ada tahu dan selanjutnya bakso maka dari bahan itulah akhirnya menjadi gorengan janis baru, sesuai dengan namanya yaitu “Tahu Bakso.” Enak, murah, dan ngganjel meski aneh menjadi lauk pas makan siang tapi buatku menyenangkan menggabungkan aneka macam makanan menjadi satu di dalam mulut.

No comments:

Post a Comment